Jumat, 06 Juli 2018

Percayakah Anda bahwa hasil yang
Anda dapatkan hari ini adalah hasil dari apa yang Anda pikirkan ke
marin, dan keberhasilan Anda di masa mendatang sangat tergantung
dari apa yang Anda pikirkan, Anda makan, dan Anda pelajari hari
ini? Manusia adalah makhluk yang diberi karunia oleh Tuhan berupa
kesempurnaan fisik, kecerdasan emosional dan spiritual. Dengan kecerdasannya ia mampu mengelola badan, pikiran, hati, dan jiwanya
Bahkan mampu memahami bagaimana proses berpikir itu sendiri. Namun, banyak orang kurang menyadari akan hal ini, bahkan ada yang
tidak mengetahuinya. Atau pura—pura tidak tahu dan tidak mau tahu,
bahwa sebenarnya mereka memiliki kemampuan mengelola badan,
pikiran, hati dan jiwanya, agar kehidupannya berkualitas.

Sesungguhnya, apa pun yang terjadi dalam hidup ini merupakan realisasi yang muncul dari apa yang ada di dalam hati dan pikiran. Semakin Anda fokus memikirkan hal penting yang Anda inginkan, maka
cenderung akan semakin mudah untuk mendapatkannya. Mengapa?
Berpikir artinya mengundang. jika Anda semakin kuat dalam memikirkannya, maka pikiran Anda akan semakin fokus, menjadi semakin dominan, dan terus bisa menguasai diri. Dimana pikiran tertuju, kesanalah energi akan mengalir. Dengan fokus pada pikiran, akan meng-
hasilkan energi dari dalam diri yang bisa mengarahkan Anda menjadi
seperti apa yang Anda pikirkan.



Apabila pikiran Anda positif maka akan menjelma menjadi ucapan dan tindakan yang positif. Kata—kata yang setiap hari diucapkan
seseorang akan menggambarkan kepribadian orang tersebut, karena
apa yang ia pikirkan akan berpengaruh terhadap kata—kata yang akan
ia ucapkan. Kalau kata—kata itu diucapkan secara berulang-ulang, dapat membentuk sebuah keyakinan. Dengan keyakinannya, ia akan
melakukan tindakan sesuai dengan keyakinan yang dimilikinya. Tindakan yang setiap hari Anda lakukan akan berubah menjadi kebiasaan,
dan dari kebiasaan akan membentuk karakter seseorang. Karakter
positif akan mengantarkan Anda menuju sukses, sedangkan karakter

negatif akan mengantarkan Anda menuju ke jurang kehancuran. Seperti apa yang dikatakan Ralph Waldo Emerson: ”Taburlah pemikiran
maka Anda akan menuai tindakan; taburlah tindakan, Anda akan
menuai kebiasaan; lalu taburlah kebiasaan, Anda akan menuai karakter;
Taburlah karakter maka Anda akan menuai masa depan.”

Ingatlah bahwa pikiran positif tidak hanya memiliki dampak
yang baik untuk keadaan psikologis seseorang, tetapi juga bagi kesehatannya. Sayangnya tidak semua orang bisa selalu berpikir positif.
Terkadang ada saja alasan untuk merasa cemas, pesimis, dan khawatir. Pikiran memang dapat berubah setiap waktu sesuai dengan informasi yang Anda terima. Karena itu, jangan Anda terpaku hanya pada
masalah, tapi segera cari solusi untuk menemukan jalan keluarnya,
Agar kita tidak bingung, gunakan pikiran pada hal-hal yang positif dan
fokus pada satu objek masalah. Berdayakan pikiran bawah sadar Anda
agar Anda bisa lebih percaya diri.

Sebagai ilustrasi, seekor landak akan mengajarkan kita sebuah
filosofi yang sangat penting dan mendasar, yaitu agar kita jangan
sampai terlena dengan kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Seekor
landak memiliki 5000 —- 7000 duri. Satu-satunya pertahanan dirinya
yang terbaik adalah dengan menggulungkan dirinya seperti bola se-
hingga banyak musuhnya terkelabui. Namun pada saat yang sama ia
sesungguhnya bisa menaikkan duri-durinya. Ular banyak yang terje-
bak dan mati tertusuk duri landak. Landak sangat paham akan satu-satunya kelebihan dirinya, dan juga yang terbaik untuk dirinya.

Sebagai manusia kita harus merasa lebih beruntung. Kalau landak
hanya memiliki duri yang dijadikan kelebihan, maka manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan
makhluk lainnya, sehingga kita lebih leluasa untuk mencari yang ter-
baik dalam diri kita. Namun sekali lagi, jangan sampai kita terlena.
Bukan soal menemukan dan menerapkan strategi yang terbaik, tetapi
yang lebih utama adalah adanya kesadaran dan pemahaman kita un—
tuk menemukan hal terbaik apa saja yang ada di dalam diri kita untuk
kita manfaatkan. Intinya adalah bagaimana kita bisa menemukan yang
terbaik dari dalam diri kita untuk bekal dalam mengarungi kehidupan,menjawab tantangan zaman, menjadi khalifah di muka bumi, dan
berharap kita bisa menjadi pemenangnya. Menemukan yang terbaik
dalam diri kita adalah ketika kita berpikir jernih tentang diri kita apa
adanya. Tidak mengorek kekurangan, tetapi mengganti kekurangan
dengan kelebihan yang kita miliki. Tidak hanya berpikir pada keburukan masalah tapi fokus pada solusi. Tidak hanya berpikir pada keburukan tapi beipikirlah juga dari sisi kebaikan. Tidak merasa gagal tapi berpikir belum mendapatkan kesempatan menjadi pemenang.

Dengan pemikiran yang positif, temukan potensi yang terdapat
dalam diri Anda dan bergairahlah dengannya. Jadikan hal yang positif
tersebut menjadi sesuatu yang uama dan besar. Mulailah untuk berpikir positif tentang diri Anda, baru kemudian anda akan mampu berpikir positif tentang apa yang ada di sekeliling Anda. Kita sering mendengar nasihat orang: “Berpikirlah positif”, yang ditujukan bagi
orang—orang yang sedang hidup dalam kegalauan. Banyak yang
tidak menganggap serius akan kata—kata tersebut, karena mereka tidak
mengetahui apa arti yang sebenarnya dan berpikir positif , atau bahkan
menganggapnya tidak berguna dan tidak efektif. Berapa jumlah orang
yang Anda ketahui, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?

Padahal, berpikir adalah kekuatan dasar yang dimiliki manusia
agar dapat memengaruhi alam semesta. Semua yang berkaitan dengan pengetahuan, kesehatan, rasa aman, kepribadian kebahagiaan,
bahkan kesuksesan, selalu bersumber dari hasil pikiran yang positif.
Dengan berpikir positif, akan muncul berbagai ide atau gagasan yang
menakjubkan, yang turut  membentuk peradaban manusia. Kesehatan
tubuh tanpa didukung dengan kesehatan pikiran, hanya menjadikan
manusia sebagai makhluk yang tidak seimbang, alias sakit jiwa. Banyak orang yang menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami
secara fisik dipicu oleh pikiran mereka yang tidak sehat. ltulah se
babnya, kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran adalah intisari da'i
kehidupan yang bahagia.

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses
memasukkan pikiran-pikiran, kata—kata, dan gambaran-gambaran yang
konstruktif bagi perkembangan pikiran Anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, suka cita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap Situasi dan tindakan. Apa pun yang Anda harapkan, pikiran positif
akan membantu mewujudkannya. Berpikir positif juga merupakan
Sikap, mental untuk mengharapkan hasil yang baik dan menguntungkan. Namun demikian, tidak semua orang bisa menerima atau mempercayai tentang mekanisme dari berpikir positif. Beberapa orang
menganggap berpikir positif tidak ada gunanya, dan sebagian lagi
menertawakan orang-orang yang mempercayai pola berpikir positif,
Di antara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, juga tidak banyak yang mengetahui bagaimana cara menggunakannya, agar cara
berpikir seperti ini bisa mendatangkan hasil yang efektif.

Akhir kata ... banyak hal yang terjadi dan mungkin berdampak buruk jika kita melihat dan berfikir dari sudut pandang negatif. Cobalah selalu untuk mengubah mindset menjadi positif .meski pada posisi yang menyakitkan sekalipun, percaya pasti ada hal baik dari segala musibah yang menimpa.

Minggu, 15 April 2018

Pentingnya menyederhanakan masalah

 
Kesederhanaan adalah suatu kondisi dimana kita mampu memprioritaskan sesuatu sesuai dengan proporsinya. Sederhana itu simple dan tidak rumit. Sederhana itu suatu kemudahan atau membuat sesuatu yang rumit menjadi hal mudah. Tentu sederhana itu mudah dipahami, mudah dikerjakan. Namun tetap masih memiliki nilai-nilai arti atau makna yang tinggi atau berbobot.


Menyederhanakan sesuatu itu bukan menggampangkan sesuatu. Begitu juga didalam kehidupan ini. Banyak sekali masalah yang datang dan menghampiri kita selama hidup didunia ini. Masalah yang datang pun beragam, ada masalah sepele sampai masalah yang bertubi-tubi dan rumit untuk diselesaikan. Terkadang masalah membuat orang kehilangan kendali, sebagian mereka tidak mampu mengendalikan emosi yang melanda dirinya. Maka sangat mungkin untuk terjadi depresi atau stress karena otak tertutup emosi negatif dan sehingga otak tidak mampu menerima rangsangan dari luar (permasalahan hidup). Sebagai hasilny, seseorang tidak dapat berfkir secara logis. Tentu ini akan sangat merugikan diri sendiri bahkan orang lain yang ada disekitarnya.
Dengan adanya realita seperti ini, pola pandang hidup dengan berbasis kesederhanaan inilah sangat diperlukan. Setiap manusia yang sedang dan akan menghadapi masalah harus mampu bersikap proporsional dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Dalam artian mereka tidak terbelenggu oleh hal-hal negative yang mungkin akan mempengaruhi kejiwaan mereka. Proporsi manusia itu terbatas, mereka hanya mampu berfikir jernih dalam keadaan yang santai, dan rilek. Ketika seseorang menghadapi masalah yang berat dalam hidupnya, dia cenderung stress dan emosi akan bereaksi. Bisa dalam bentuk kemarahan, kesedihan, keputusasaan, kebingungan dll. Perasaan-perasaan seperti ini jika melambung maka akan merdeka sehingga menyelimuti jiwa seseorang maka. Dia tidak akan mampu berkonsentrasi dan berfikir rasional. Tentu saja hal ini menjadi factor penghambat dalam penyelesaian masalah. Untuk mendapatkan pemecahan masalah yang tepat, seseorang harus bersikap tenang dan santai.
Masalah bukanlah sesuatu hal yang dengan berdiam diri maka akan selesai dengan sendirinya. Masalah bukan pula sesuatu yang menakutkan, menjengkelkan atau mematikan. Karena pada dasarnya masalah itu ditimbulkan oleh diri sendiri. Masalah itu mudah atau rumit hanya sebuah anggapan saja. Wajar sekali manusia yang hidup itu memiliki berbagai macam anggapan, termasuk anggapan akan sesuatu yang telah, sedang dan akan terjadi. Anggapan ini biasanya muncul karena adanya ketidak seimbangan keinginan dan kenyataan yang harus dihadapi. Dan biasanya berujung pada sebuah anggapan negative yang bisa merusak pola pemikiran seseorang.
Masalah yang ada muncul biasanya dipicu karena adanya kejadian-kejadian yang telah berlalu dan masih terbawa sampai masa sekarang. Seringkali juga masalah muncul karena kejadian yang sedang dialami. Dengan dipengaruhi banyak factor, bisa factor internal sampai factor external yang ada dilingkungan sekitar, (rumah, tempat kerja, sekolah dll). Kejadian-kejadian yang terjadi pun sangat beragam. Bisa kejadian tak terduga, misalnya saja ketika seseorang mengalami kejadian menjengkelkan karena macet jadi terlambat masuk kerja dan mendapat ocehan dari bos nya. Contoh lainnya, misal ada seorang siswa yang dihukum guru karena tidak menyelesaiakan tugas rumah. Hal tersebut mungkin saja dan bahkan selalu saja terjadi kepada siapapun. Tentu hal ini menjadi masalah tersendiri. Hal-hal sepele pun bisa memicu masalah terjadi. Tidak jarang masalah besar terjadi karena munculnya masalah sepele yang tak terselesaikan atau salah penanganan.

Cara yang efektif dalam penanganan sebuah masalah yaitu dengan cara penyederhanaan masalah itu sendiri. Menyederhanakan masalah yang ada akan membantu menyelesaikan masalah dalam hidup. Masalah yang sedang dihadapi bisa disederhanakan dengan mengatur pola pikir dan gejolak emosi. Seperti yang dikatakan tadi, otak tidak akan mampu berfikir jernih jika emosi negatif masih mengantungi nya.

Pola pikir dan gejolak emosi adalah dua hal yang saling berhubungan. Seseorang yang memiliki pengaturan gejolak emosional yang baik dapat mengembangkan pola pikir yang baik juga, begitupun sebaliknya. Jika seseorang tidak mampu mengontrol gejolak emosi, maka jangankan merangkai pola pikir yang baik, berfikir jernih saja sulit.

Jadi untuk menyederhanakan permasalahan hidup, seseorang harus memanage terlebih dahulu keadaan emosinya, setelah itu baru berfikir logis dan rasional, lalu mulai menyusun pola pikir yang baik. Pola pikir yang baik itu berisi pikiran-pikiran positif, sehingga ketika seseorang mampu berfikir positif, maka dia akan melakukan hal-hal positif juga untuk hidupnya, terlebih dalam penanganan masalah kehidupan.

Sebagai contoh, dalam penyederhanaan masalah, ketika ada seseorang yang baru saja lulus sarjana muda, dia menemukan masalah yaitu kesulitan mencari kerja,. Beban yang ia emban (seperti omongan masyarakat, tuntutan orang tua untuk cepat-cepat mencari pekerjaan, dan kebutuhan diri, serta amanah yang berupa ijazah) membuat dia tambah pusing sepuluh keliling. Sehingga hal ini berpengaruh pada kejiwaan, atau emosi nya. Bisa saja jika dia salah bertindak dalam menghadapi masalahnya dia akan mengalami penderitaan. Masalah yang dia hadapi bagi sebagian orang adalah masalah yang rumit, karena memang mencari pekerjaan yang baik dan layak itu bukan hal mudah dan instan, banyak pertimbangan yang harus dilakukan untuk memilih pekerjaan yang cocok. Tetapi bagi sebagian orang yang lain beranggapan masalah yang dia hadapi gampang atau mudah, dia punya keahlian dari sekolah sarjana nya, dia bisa memanfaatkan kemampuan apa yang dia miliki, dengan melakukan hal bermanfaat, menciptakan pekerjaan sendiri atau lainnya, tanpa harus bersusah payah kesana-kemari mencari kerjaan yang layak. karena bagi sebagian orang ini pekerjaan layak adalah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Dua pandangan ini menjadi gambaran betapa beranekaragam nya anggapan tentang sebuah masalah.

Menyederhanakan masalah maksudnya adalah memberikan perlakuan terhadap masalah itu sendiri. Membuat masalah itu bukan sesuatu yang memberatkan, dalam hal ini menganggap masalah yang dihadapi bukanlah masalah yang pelik, atau rumit. Masalah yang terjadi adalah masalah yang simple, dan tidak harus menyebabkan stress berkepanjangan. Hal ini bukan berarti menyepelekan masalah yang ada. Akan tetapi mengontrol emosi terlebih dahulu, yaitu dalam menghadapi masalah harus dalam keadaan santai dan tenang, setelah itu bangunlah pola pikir yang baik yaitu berfikir masalah ini tidaklah rumit, dan pastilah bisa diatasi dengan mudah, dengan memikirkan opsi-opsi penanganan sesuai permasalahan, selanjutnya pengambilan tindakan.
Tentu saja dalam keadaan tenang, anggapan positif akan muncul dan menumbuhkan pola pikir yang baik juga. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk membantu seseorang menyelesaikan permasalahan dalam hidup, yaitu dengan menyederhanakannya.

Sabtu, 14 Desember 2013

Its been Long Time ago,,,,



yeahh dulu ,, 2tahun lalu tepatnya , 15 desember 2011 silam ane stop NgeBLog.. BYOB BLOG semenjak symbian dirasa Berada dititik jenuh nya. dan juga kesibukan dunia nyata yang semakin mnghalangi ane tuk terkoneksi dgn hub Inet , Yah dinikmati saja karena masa depan ane menuntut untuk Bekerja di tempat yg minim signal.. Setelah ane check BLOG ane yg dulu eh malah pic n link bnyak yg mati :cry .,. sia sia dah ane berbagi di waktu dulu ,, yah apa boleh buat apa daya photoserver yang sejatinya banyak digunain oleh user symbian kini tinggal nama ,, semoga semenjak peralihan web blog ane yg baru ini lebih memberi angin segar untuk terus menulis apa , yang ada dibenak ane ,, :D